Waspadai Investasi Bodong, Berikut Cara-Cara Mengenalinya

Siapapun yang melakukan investasi tentunya memiliki tujuan memperoleh keuntungan, bukan kebuntungan. Sering kali, investasi yang berujung pada kebuntungan pemiliki modal adalah adanya investasi bodong. Investasi yang seharusnya bertujuan memperoleh keuntungan di masa depan menjadi kebuntungan dan kerugian semata.

Investasi bodong ini pada dasarnya meminta korbannya untuk menanamkan sejumlah modal dalam bentuk produk ataupun bisnis. Padahal sebenarnya penanaman modal tersebut tidak pernah ada. Sehingga dapat dipastikan pemilik modal mengalami penipuan berkedok investasi dan mengalami kerugian.

Maraknya investasi bodong seperti kasus binomo yang sempat viral beberapa waktu lalu, menjadi salah satu peringatan kembali untuk lebih waspada terhadap penipuan-penipuan yang mengatas namakan investasi.

Kasus penipuan tersebut tidak terlepas dari salah satu dampak semakin majunya teknologi informasi. Kemudian berakibat semakin banyaknya laporan mengenai investasi bodong dengan beragam instrumen.  Oleh sebab itu, alangkah baiknya untuk selalu waspada mengenai investasi bodong dan perlu mengetahui cara-cara mengenalinya.

Definisi Investasi Bodong

Berdasarkan jurnal Lex Adminstratum Vol. V No. 1, menyebutkan bahwa investasi bodong atau penipuan investasi merupakan praktik pengumpulan dana yang tidak sah, sehingga berkaitan dengan ketentuan hukum pidana.

Adapun pengertian investasi sendiri adalah kegiatan penanaman modal dengan tujuan kedepannya memperoleh profit. Sedangkan kata ‘bodong’ sendiri adalah istilah yang bisa digunakan media masa untuk menyebutkan penipuan investasi. Selain itu jika ditelaah secara etimologis kata ‘bodong’ berasal dari Bahasa Sunda untuk menyebut penipu investasi.

Baca Juga:  Jenis Investasi Jangka Pendek yang Layak Dicoba Pemula

Mengenal Ciri-Ciri Investasi Bodong

1.      Tidak Memiliki Legalitas

Perusahaan investasi resmi pasti memiliki legalitas resmi yang jelas dari lembaga pemerintah. Namun, perusahaan palsu tidak akan memiliki lisensi ataupun legalitas yang jelas.

 

Apabila terdapat perusahaan asli yang melakukan penipun, kemungkinan besar perusahaan tersebut pernah menjadi bagian dari investasi fiktif. Namun, bagi Anda yang berminat untuk berinvestasi di pasar modal tidak perlu khwatir karena lembaga pemerintah, melalui Otoritas Jasa Keuangan mengawasi berbagai kegiatan di pasar modal, perbankan, bahkan  asuransi.

 

2.      Aset Dasar Tidak Jelas

Setiap investasi harus memiliki aset dasar yang jelas. Sebagai contohnya, reksadana saham harus memiliki aset saham yang jelas. Dana yang yang akan diinvestasikan akan diatur oleh menajer investasi untuk mendapatkan keuntungan.

 

Sedangkan dalam kegiatan investasi bodong, tidak ada aset dasar yang jelas mengenai perputaran uang. Hal tersebut dapat diketahui, saat investor tidak akan mengetahui informasi dana yang telah disetorkan.

 

3.      Tawaran Profit Tidak Wajar

Setiap investasi yang dilakukan akan diiringi risiko yang berbanding lurus. Apabila profit semakin tinggi, risikonya juga akan akan semakin tinggi pula. Oleh karena itu, perlu diwaspadai apabila sebuah perusahaan menawarkan investasi dengan profit tinggi namun memiliki risiko yang rendah.

Baca Juga:  Cara download Apk kamera Tembus Pandang Pada Android

 

Pada umumnya investasi bodong menawarkan prodit yang tinggi yaitu mencapai 240% per tahun. Perlu dicurigai apabila perusahaan investasi yeng menjanjikan keuntungan pasti, keuntungan besar, dan berbagai penawaran menggiurkan lainnya.

4.      Gencar Mencari Investor Baru

Penipuan investasi dapat dilihat pula dari gencarnya mereka mencari innvestor baru. Hal tersebut dikarenakan mereka sangat bergantung pada investro baru untuk ditipu. Selain itu, investasi bodong memiliki penerapan sistem pembagian keuntungan yang tidak jelas.

 

Tidak hanya itu saja, penipuan investasi ini kerap kali menjual nama-nama tokoh publik untuk menarik banyak orang. Dan, ternyata tokoh publik tersebut bahkan bukan bagian dari penipuan investasi tersebut.

5.      Tidak Bersikap Transparan

Apabila Anda berinvestasi pada perusahaan resmi, mereka akan memberikan informasi secara jelas dan gamblang mengenai profit, risiko, kerugian, dan lain sebagainya. Namun, apabila Anda berinvestasi pada perusahaan ilegal mereka tidak akan mampu untuk memberikan informasi-informasi penting tersebut.

 

Hal tersebut dikarenakan mereka hanya berfokus mencari korban dengan iming-iming investasi dengan profit tinggi tanpa risiko. Padahal, dalam setiap investasi yang dilakukan akan berbanding lurus dengan risikonya.

Daftar-Daftar Investasi Bodong Selain Binomo

Setelah terjadinya kasus penipuan binomo yang sempat menghebohkan masyarakat karena menjerat beberapa influencer terkenal, Satgas Waspada Investasi terus melakukan investigasi di beberapa kegiatan usaha yang beroperasi tanpa legalitas resmi. Adapun daftar investasi bodong yang telah diringus oleh SWI selain Binomo adalah sebagai berikut.

  1. PT Saratoga Investama Reksadana (duplikasi nama Investama Sedaya)
Baca Juga:  Investasi adalah Kegiatan Menanam Modal. Apa Saja Manfaatnya?

Penipuan penawaran investasi dengan mengatasnamakan PT Saratoga Investama Sedaya tanpa izin.

  1. Robot Trading DNA Pro

Kegiatan penjualan atau penawaran investasi robot trading dengan sistem penjualan langsung tanpa izin.

  1. Robot Trading Pansaka (Auto Trade Gold)

Kegiatan penjualan atau penawaran investasi robot trading dengan sistem penjualan langsung tanpa izin.

  1. FX Family

Kegiatan perdagangan berjangka atau forex tanpa izin.

  1. Fahrenheit Robot Trading

Kegiatan perdagangan berjangka atau aset kripto tanpa izin.

  1. Indonesia Crypto Exchange

Kegiatan sebagai bursa perdagangan aset kripto tanpa izin.

  1. Smart Gold/Smartavatar Co. Ltd.

Kegiatan sebagai bursa perdagangan aset kripto tanpa izin.

Itulah ulasan singkat mengenai Waspadai Investasi Bodong, Berikut Cara-Cara Mengenalinya. Semoga membantu Anda untuk terhindari dari penipuan investasi.