Prediksi Optimis! Nilai Tukar Rupiah Naik di Tahun 2023

Dalam periode satu tahun terakhir, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penurunan ke level yang paling rendah. Kenyataannya, di pasar spot Rupiah kini tengah menurun 0,10% alias menyentuh angka 14.613 Rupiah per Dolar AS. Nilai ini diketahui tepatnya pada hari Jumat (13/5). Dan sepekan terakhir ini, ia mengalami penurunan sebesar 0,26 persen. Akankah Rupiah naik pada bulan-bulan berikutnya?

Hal yang senada juga menimpa kurs referensi Jisdor Bank Indonesia (BI) dalam satu pekan ini. Penurunan Jisdor Rupiah turun hingga 0,23% dalam sehari, tepatnya di angka 14.619 Rupiah per satu Dolar AS. Jika melihat perkembangannya selama sepekan terakhir, maka akan diketahui bahwa nilai tukar Rupiah telah mencapai penurunan sebesar 0,95%. Lalu, kapan Rupiah naik? Usaha apa dan bagaimana cara membantu perekonomian di Indonesia? Simak artikel berikut.

Penyebab Nilai Tukar Rupiah Naik Turun

Hal yang paling mempengaruhi penurunan nilai mata uang Rupiah dibanding nilai Dolar Amerika Serikat adalah komoditas ekspor yang semakin rendah. Sumber daya alam yang kaya tidak dibarengi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk mengelola kekayaan tersebut. Timbul pertanyaan besar, jika sumber daya alam dikelola dengan baik, mungkinkah Rupiah Naik di 2023? Bagi sebagian orang optimisme tersebut terdengar konyol, memang tidak di 2023, namun bisa saja di tahun-tahun ke depannya.

Baca Juga:  Bantuan Pendidikan Rp 4,4 Juta Rupiah

tingkat impor di Indonesia saat ini masih relatif tinggi. Bahan pangan impor, barang jadi, dan sebagainya. Parahnya lagi, jika seseorang membeli barang hasil impor (buatan luar negeri) dengan bahan mentah yang berasal dari hasil ekspor bahan mentah, apakah tidak sama saja dengan memberi santapan empuk bagi negara pesaing? Seperti contoh, Indonesia mengekspor hasil produksi kain tekstil ke negara A, kemudian kembali mengimpor produk jadi, seperti baju dan tas dari negara yang sama. Tentu saja keuntungannya akan lebih besar bagi negara tersebut.

Amerika Serikat (AS) dengan mata uangnya, Dolar yang pernah menjadi mata uang Internasional merupakan negara adikuasa yang bebas melakukan pencetakan uang. Mereka bisa mencetak uang dalam jumlah yang sangat banyak untuk kebutuhan Internasional. Sejak 2013 lalu, pemerintah AS melalui Bank telah menerapkan kebijakan tapering off atau disebut dengan peningkatkan suku bunga negara. Hal tersebut mempengaruhi nilai Dollar menjadi semakin menguat serta mengurangi supply di level global.

Cara Membantu Mengangkat Nilai Rupiah yang Bisa Anda Lakukan

Cara yang paling mudah untuk membantu andil dalam meningkatkan nilai tukar Rupiah dengan mata uang asing lainnya adalah dengan membeli produk dalam negeri. Sebagaimana yang sudah banyak dikampanyekan pemerintah, sebagai masyarakat Indonesia, harus bangga membeli dan memakai produk Tanah Air. Meski secara kualitas belum bisa bersaing baik dari barang impor, sejatinya menggunakan produk dalam negeri dapat meningkatkan kualitas perekonomian secara bertahap.

Baca Juga:  Game Penghasil Cuan Nambah Saldo DANA

Sama halnya dengan berbelanja di tempat-tempat yang dikelola oleh perusahaan dalam negeri, membeli kebutuhan sehari-hari di pedagang kecil, menggunakan transportasi kendaraan umum untuk kegiatan sehari-hari. Jika hal tersebut dapat dikampanyekan dan mengundang kesadaran banyak orang di Indonesia, maka bukan tidak mungkin apabila nilai Rupiah naik dari tahun ke tahun. Pastinya, kenaikan tersebut tidak bisa sekonyong-konyong alias tiba-tiba naik.

Penggunaan fasilitas umum untuk kegiatan sehari-hari seperti naik bus, trans, atau dengan kereta merupakan salah satu usaha yang dapat anda lakukan untuk mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dengan berkurangnya penggunaan bahan bakar tersebut, maka impor cadangan minyak akan berkurang. Selain menekan jumlah impor cadangan minyak, anda juga turut mengurangi emisi karbon yang terus mengotori lapisan atmosfer.

Ketiga adalah melakukan penghematan penggunaan listrik sehari-hari. Anda bisa lebih bijak untuk menyalakan barang-barang elektronik di dalam rumah. Mematikan lampu ruangan di siang hari contohnya, mematikan AC di saat ruangan ditinggal pergi. Atau, anda juga bisa beralih untuk menggunakan peralatan manual pengganti peralatan elektronik yang bisa menguras energi listrik apa keuntungannya? Yakni tidak jauh berbeda dengan penekanan BBm seperti yang sudah disebutkan.

Baca Juga:  Cara download Apk kamera Tembus Pandang Pada Android

Terakhir adalah tidak menimbun Dollar lantas menukarkannya dengan Rupiah pada saat harganya naik. Jangan memanfaatkan kondisi Rupiah yang kian melemah. Banggalah dengan Rupiah sebagaimana lagu yang dinyanyikan suatu duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK) dengan judul ‘aku cinta Rupiah’ yang sempat dinyanyikan Cindy Cenora pada tahun 1999.

Penutup

Memberi andil yang kecil untuk suatu perubahan besar mungkin terlihat sangat konyol. Dengan sekedar mematikan lampu kamar, mana mungkin Rupiah naik? Bagaimana bisa Rupiah naik hanya dengan naik bus saja? Nah, pertanyaan bagus.

Sebagai penutup, redaksi akan memberikan contoh sebagaimana yang dilakukan burung pipit kepada Ibrahim saat dirinya dibakar dengan api setinggi rumah. Burung pipt ternyata pergi ke sumber air dan mengambil setetes dengan paruhnya. Kendati tidak memiliki pengaruh, setidaknya orang akan tahu ia berada di pihak siapa. Ia telah melakukan andil yang bisa menyelamatkan dirinya.