Perkembangan Teknologi NFT di Indonesia Beserta Keunggulannya

Perkembangan teknologi NFT sepertinya menjadi bahan perbincangan para penggiat teknologi di Indonesia. NFT merupakan salah satu aset digital berupa karya seni, video, gambar dan sebagainya. NFT memakai blockchain yang bisa dibeli dengan menggunakan mata uang kripto.

Mengenal NFT dan Cara Kerjanya

NFT menggunakan sebuah teknologi bernama blockchain yang sama seperti cryptocurrency. Tetapi yang membedakannya adalah NFT bukan mata uang. Karena singkatan dari NFT adalah non fungible yang artinya NFT tidak bisa dipertukarkan sehingga sifatnya unik dan bahkan tidak bisa diganti atau direplikasikan.

NFT memiliki kode unik dan metadata yang mampu membuatnya berbeda dengan yang lain. Berbeda halnya cryptocurrency, NFT tidak bisa ditukar maupun diperdagangkan. Sata mebeli NFT, Anda harus menggunakan mata uang kripto kemudian memverifikasikannya ke dalam blockchain sebagai pemilik dari aset terseut.

Tidak ada satupun yang bisa membatalkan kepemilikian individu atas NFT apalagi membuat ulang dengan wujud yang sama persis. NFT diibaratkan kartu koleksi yang unik dan bisa dilihat oleh siapa saja. tetapi NFT tidak dapat dimiliki oleh semua orang jadi hanya ada satu saja yang bisa memilikinya di waktu tertentu.

Perkembangan Teknologi NFT di Indonesia

NFT atau Non Fungibale Token sepertinya kini mencapai puncak popularitas sejak salah satu mahasiswa bernama Ghozali viral. Ghozali atau yang dikenal dengan nama Ghozali Everyday menjual foto yang ia potret selama beberapa tahun melalui marketplace NFT OpenSea. Ia akhrinya viral sebab harganya melambung tinggi.

Baca Juga:  10 Aplikasi Penghasil Uang Paling Gokil dan Paling Viral 2022

Meski popularitasnya baru beberapa belakangan ini meroket, sebenarnya perkembangan aset digital satu ini sudah dimulai beberapa tahun yang lalu. NFT adalah evolusi dari teknologi bernama Colored Coins yang berada dalam ekosistem blockchain. Awalnya Colored Coins fungsinya adalah untuk melakukan verifikasi atas kepemilikan sebuah aset.

Tapi selanjutnya, teknologi tersebut akhirnya berkembang dan digunakan sebagai eksperimen aset utnuk karya seni dan kini menjadi NFT. Jadi bisa dikatakan pada tahun-tahun sebelumnya, NFT bukan untuk esperimen aset yang bernilai seni melainkan hanya untuk memverifikasika kepemilikan aset.

Kemudian, di tahun 2021, NFT semakin populer tidak hanya di Indonesia saja tetapi hingga ke berbagai penjuru dunia. Banyak orang aktif mengoleksi NFT sejak tahun tersebut. Jadi meski NFT baru populer beberapa tahun belakangan ini, tapi sebenarnya orang-orang di Indonesia sudah aktif menggunakannya sejak tahun 2021.

Perbedaan NFT Dengan Mata Uang Kripto

Ternyata NFT berbeda jauh dengan mata uang kripto. Dikutip dari penjelasan seorang profesor yang ada di Lehigh University, Andrew Ward mengatakan jika NFT tersedia dalam bentuk blockchain yang dignakan sebagai sarana untuk memverifikasikan kepemilikan, memfasilitasi transaksi hingga perdagangan NFT itu sendiri.

Baca Juga:  Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Kemendikbud Ristek

Sedangkan kripto adalah mata uang yang juga tersedia di blockchain. Tapi mata uang kripto tidak unik. Misalnya saja mata uang kripto yang dimiliki adalah bitcoin. Nilainya akan sama dengan mata uang bitcoin lainnya. Seseorang bisa membeli dan menjual kembali bitcoinnya dengan nilai yang sama.

NFT memiliki nilai yang berbeda. Setiap aset terlihat unik dan tidak bisa ditukar. Misalnya saja ada dua video di waktu dan tempat yang sama tetapi direkam oleh orang-orang yang berbeda. Keduanya akan menjadi NFT yang nilainya berbeda karena semua itu akan bergantung pada siap yang merekam, sudut pandang, kualitas dan sebagainya.

Cara Membeli NFT

Jika tertarik untuk membeli NFT, sebenarnya ada tiga hal yang mesti diperhatikan sejak awal yaitu:

  1. Memilih marketplace sesuai yang diinginkan.
  2. Sediakan dompet digital atau e-wallet khusus NFT.
  3. Tentukan mata uang kripto yang nantinya akan digunakan pada saat pembayaran. Sebagain NFT diperdagangkan dengan menggunakan Ethereum.

Apa yang Membuat NFT Unggul?

Selain terlihat berbeda dengan mata uang kripto, NFT digadang-gadang memiliki keunggulan yang tidak bisa ditemukan pada kripto. Berikut diantaranya:

  • NFT sangat eksklusif. Setiap NFT unik dan memiliki catatan riwayat kepemilikan di blockchain. Eksklusivitas ini membuat NFT tidak bisa direplikasi apalagi dipalsukan.
  • Beberapa NFT juga terlihat langka misalnya video Nyan Cat atau foto piksel CryptoPuk 88. Langkanya karya seni digital ini membuat harganya melambung tinggi.
  • NFT bisa dipindahtangankan. NFT bisa ditransfer dari pemilik yang satu ke pemilik lainnya.
  • NFT membuka peluang besar kepada para seniman di Indonesia. karena teknologi blockhain di dalam NFT dapat menghilangkan segala tindak pencurian maupun penipuan. Pemilik NFT akan mendapatkan kode yang digunakan untuk memverifkasi karya seni dan mengautentikasikannya.
Baca Juga:  Begini Cara Daftar Bantuan BLT UMKM Senilai 2,4 Juta

Jadi itulah penjelasan terkait perkembangan teknologi NFT di Indonesia. smua orang bisa membuat karya seni digital asli di dalam NFT. Tapi karya tersebut tidak bisa disalin atau dijiplak. Karena salinan asli hanya dimiliki oleh pemilik NFT saja. Jika Anda sudah memiliki aset digital, penjualan bisa dilakukan kapan saja.