Pengertian Investasi Jangka Pendek Beserta Contohnya

Investasi jangka pendek adalah salah satu bentuk investasi yang paling tepat apabila Anda ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Selain risiko kerugiannya yang sangat minim, jenis investasi ini juga mudah dipelajari dibanding investasi jangka panjang. Ini menjadi alasan mengapa investasi jenis ini diminati para investor pemula.

Mengenal Apa Itu Investasi Jangka Pendek

Investasi dibedakan menjadi dua yakni investasi jangka panjang dan pendek. Tapi banyak investor terutama pemula lebih memilih jenis investasi yang jangkanya pendek karena keuntungan bisa dicairkan dalam waktu singkat. Periode investasi jenis ini biasanya hanya 1 tahun saja.

Uang yang diinvestasikan dikelola untuk hal-hal yang bisa dicairkan dengan mudah. Oleh karena itu, banyak yang memilih investasi jenis ini karena resikonya lebih rendah dibanding investasi jangka panjang. Tapi keuntungannya tentu tak kalah lebih besar dari jenis investasi lainnya.

Contoh Produk Investasi yang Periodenya Singkat

Ada beberapa contoh produk investasi dengan periode singkat yang bisa Anda jadikan pilihan. Tentu dengan adanya banyak produk saat ini, investor mendapatkan kemudahan dalam memilih jenis investasi sesuai kebutuhan. Berikut diantaranya:

  1. Deposito

Bagi yang ingin melakukan investasi dengan periode waktu singkat, Anda bisa memilih prdouk yang pertama yaitu Deposito. Ini adalah salah satu contoh investasi dimana investor akan menyetorkan sejumlah uang untuk dijadikan sebagai deposito atau produk tabungan di bank.

Baca Juga:  Bantuan UMKM 2022, Syarat Mendaftar dan Cara Pencairan

Investor dapat mencairkan dana dalam kurun waktu singkat seperti 1 bulan, 3 bulan hingga 2 tahun. Meski waktunya relatif singkat, tapi dana hanya bisa ditarik hanya saat tanggal jatuh tempo saja. Jadi uang yang sudah disetorkan tidak bisa ditarik kembali sewaktu-waktu.

  1. Reksa Dana

Reksa Dana adalah pilihan kedua bagi Anda yang saat ini sedang mencari produk investasi dalam waktu singkat. Ada banyak investasi jenis reksa dana baik jangka pendek maupun jangka panjang. Reksadana yang jangkanya pendek bersifat praktis dan likuid.

Biasanya pasar uang adalah pilihan investasi untuk jenis ini sebab periodenya cukup singkat yaitu hanya 1 tahun saja. Reksa dana juga termasuk jenis investasi yang tepat untuk pemula karena tingkat risikonya rendah.

  1. Peer To Peer Lending

P2P atau singkatan dari Peer to Peer Lending merupakan produk investasi dimana investor harus menanamkan modalnya terlebih dahulu. Modal tersebut biasanya akan diberikan kepada UMKM yang ada di Indonesia supaya bisa mengembangkan usahanya. Keuntungan yang didapatkan nanti berasal dari hasil pengelolaan dana sesuai suku bunga.

Investor dapat memilih waktu periode untuk berinvestasi mulai dari 6 bulan hingga 2 tahun. Jika ingin pengembalian lebih cepat bisa memilih 6 bulan saja. Modal yang dibutuhkan pun cukup kecil. Anda sudah bisa berinvestasi mulai dari 100 ribu saja. Meski hasil profit diberikan setiap bulan, tapi risiko produk investasi satu ini cukup tinggi.

  1. Saham
Baca Juga:  Begini Cara Daftar Bantuan BLT UMKM Senilai 2,4 Juta

Siapa sih yang tidak kenal dengan investasi saham? Investasi ini sepertinya sudah populer sejak lama. Saham merupakan surat berharga atau bukti kepemilian sebuah aset. Meski terkenal sebagai salah satu investasi jangka panjang, tapi saat ini Anda sudah bisa menemukan jenis saham yang periode waktunya relatif singkat.

Biasanya sistem saham jangka waktu pendek memakai trading. Keuntungannya didapatkan hanya dalam waktu beberapa jam saja. Tapi Anda harus ahli untuk mengelola uang yang sudah diinvestasikan supaya bisa mendapatkan keuntungan. Risiko saham pun tinggi karena sebanding dengan keuntungan yang didapatkan.

  1. Surat Utang Negara

Surat Utang Negara atau SUN adalah contoh investasi selanjutnya bagi yang ingin mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. SUN adalah surat pernyataan hutang yang diberikan negara untuk para investor dana. Produk ini cukup aman dan menguntungkan sebab negara menjamin pembayaran bunga dan modal dalam waktu tertentu.

Tingkat risiko SUN sangat kecil karena modal yang harus dimiliki oleh investor tidaklah besar. Anda sudah bisa melakukan investasi pada Surat Utang Negara mulai dari 1 juta rupiah saja. Sedangkan untuk cara kerjanya adalah negara akan mengeluarkan surat kepada para investor sebagai piutang karena investor sudah menanam dananya kepada negara.

  1. Trading Forex
Baca Juga:  Cara Gampang Daftar Investasi Bibit dan Tips Mengoptimalkan Keuntungannya

Terakhir ada produk investasi bernama Trading Forex yang dapat dipilih ketika ingin berinvestasi dalam waktu cepat. Orang-orang yang memilih jenis investasi ini akan ikut melakukan transaksi jual beli mata uang asing. Beberapa waktu terakhir, kegiatan trading seperti ini sangat populer karena return atau pengembaliannya yang terbilang tinggi.

Tapi perlu diketahui, trading forex prinsipnya adalah high risk dan high returm. Itu artinya semakin besar pengembalian atau return yang didapatkan, risikonya juga semakin tinggi. Tidak sulit memulai investasi trading forex. Anda hanya perlu beli sejumlah mata uang asing kemudian disimpan sementara dan dijual kembali saat harganya naik.

Ada banyak contoh produk investasi jangka panjang yang sebenarnya bisa dijadikan pilihan. Tapi beberapa produk di atas adalah yang paling populer di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. semoga bermanfaat.