Pengertian Investasi Jangka Panjang, Tujuan, dan Risiko

Apa Itu Investasi Jangka Panjang?

Investasi jangka panjang adalah sebuah investasi dimana dana atau uang yang digunakan akan dijalankan terus menerus dan akan bisa dicairkan ketika jangka waktu yang sudah disepakati tersebut telah jatuh tempo biasanya paling cepat adalah satu tahun. Investasi jangka panjang bisa diartikan sama seperti menanam kekayaan atau modal dari seseorang individu atau sebuah perusahaan untuk mendapatkan penghasilan yang tetap.

Tujuan Investasi Jangka Panjang

Semua hal yang ada di dunia ini pastinya mempunyai sebuah tujuan yang ingin dicapai. Begitupun dengan investasi jangka Panjang, jadi setiap investasi memiliki tujuan yang diharapkan dapat menguntungkan bagi siapa saja pihak yang melakukannya. Ada beberapa tujuan investasi jangka panjang adalah sebagai berikut:

  1. Sebagai sarana mengatur dan mnegelola keuangan sebuah perusahaan atau perorangan individu tertentu dengan kepemilikan modal.
  2. Menjamin adanya bahan baku produksi di pasar untuk produk yang akan dihasilkan.
  3. Mengarahkan dana perusahaan secara khusus dan spesifik. Seperti digunakan untuk kepentingan sosial atau untuk kepentingan ekspansi memperbesar sebuah perusahaan.
  4. Mengurangi adanya persaingan diantara perusahaan yang sejenis.
  5. Mendapatkan penghasilan pasif pada waktu tertentu seperti mendapatkan hasil dari bunga, dividen dan uang sewa.

Risiko Investasi Jangka Panjang

Setiap manusia pastinya menginginkan ketika di hari tua nanti mendapatkan hidup berkecukupan dan nyaman sehingga tidak kebingungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ada berbagai macam cara untuk merealisasikan keinginan tersebut, salah satu hal yang dapat dicoba adalah dengan menyiapkan dana pensiun melalui investasi jangka panjang. Dengan melakukan transaksi investasi, bisa diartikan Anda sudah mengamankan harta impian untuk masa depan kelak.

Baca Juga:  Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Kemendikbud Ristek

Kebanyakan para investor lebih menyukai investasi jangka Panjang. Hal tersebut dapat terjadi karena nilai uang terus meningkat seiring berjalannya waktu. Hal itulah yang membuat keuntungan dari investasi jangka panjang lebih menggiurkan. Walaupun demikian investasi jangka panjang tidaklah mudah untuk dilakkukan, ada banyak faktor dan risiko yang harus siap dijalankan dan ditanggung oleh investor.

Prinsip high risk, high return atau semakin tinggi resiko semakin tinggi juga hasilnya merupakan bagian yang tidak lepas ketika bicara tentang investasi. Hal ini bisa menggambarkan bahwa semakin tinggi risiko sebuah investasi maka akan sepadan dengan hasil yang akan didapatkan. Prinsip ini sangat melekat terkhusus untuk Anda pelaku investasi jangka panjang. Berikut ini ada beberapa risiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai melakukan investasi jangka panjang.

  1. Risiko Pasar

Risiko pasar dapat terjadi dikarenakan adanya sentimen keuangan yang sering disebut dengan risiko sistematis. Risiko pasar akan sering bahkan akan selalu dialami oleh investor dan tidak dapat dihindari. Pada tingkat yang sangat membahayakan risiko pasar sebuah investasi jangka panjang maupun investasi jangka pendek yaitu capital loss. Hal-hal yang dapat mempengaruhi risiko pasar yaitu adanya isu-isu politik, perubahan iklim politik, kerusuhan, resesi ekonomi yang sangat mempengaruhi pasar dan lain sebagainya.

  1. Risiko Suku Bunga
Baca Juga:  Daftar Aplikasi Saham Terbaik

Risiko suku bunga pada investasi jangka panjang adalah risiko yang kemungkinan akan muncul akibat nilai relatif aktiva berbunga seperti pada pinjaman dan obligasi yang menurun atau memburuk akibat naiknya tingkat suku bunga. Pada dasarnya ini terjadi jika terjadi kenaikan suku bunga maka berbanding terbalik dengan harga obligasi yang akan melemah dan menurun. Risiko suku bunga pada investasi jangka panjang biasanya dapat diprediksi berdasarkan jangka waktu obligasi.

  1. Risiko Inflasi

Risiko Inflasi kerap juga disebut dengan istilah risiko daya beli. Hal ini terkait dengan kenaikan harga konsumsi yang menyebabkan daya beli menurun dari masyarakat. Factor utamanya adalah uang yang beredar terlalu banyak. Dengan adanya inflasi, nilai uang akan berkurang dan stabil.

  1. Risiko Likuiditas

Risiko Likuiditas bisa maknai sebagai risiko yang diakibatkan oleh kesulitan menyediakan uang tunai yang digunakan dalam jangka waktu tertentu.

  1. Risiko Valas
Baca Juga:  Harga Saham Bumi Bakrie Mulai Naik, Mana yang Lebih Prospek?

Pada investasi jangka Panjang. Risiko valuta asing merupakan risiko yang ditimbulkan oleh perubahan kurs di pasar modal. Tetapi hal ini mengarah pada penurunan sehingga tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh  para investor pada saat dikonversikan pada mata uang negara sendiri. Di Negara Indonesia sendiri risiko ini berhubungan dengan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang asing atau negara lain. Risiko jenis ini sering disebut dengan istilah exchange rate risk.

  1. Risiko Negara

Dalam investasi jangka panjang risiko negara sering disebut dengan risiko politik. Yang merupakan investasi bisa punya risiko gagal jika negara dalam keadaan darurat dan sedang terjadi kerusuhan bahkan perang. Yang lebih darurat lagi adalah terjadinya kudeta atau penurunan jabatan terhadap pemerintahan yang sah.

Demikian Pengertian Investasi Jangka Panjang, Tujuan, dan Risiko, semoga dengan mengetahuinya anda dapat memikirkannya dengan matang sebelum melakukan investasi jangka Panjang.