Mengenal Investasi Jangka Pendek: Jenis-Jenis dan Tips untuk Pemula

Dalam dunia investasi, terdapat jenis-jenis investasi yang dapat dipilih seorang investor untuk melakukan penanaman modal. Salah satunya yaitu jenis investasi jangka pendek. Investasi jenis ini kerap kali menjadi pilihan bagi pemodal yang membutuhan dana darurat. Hal tersebut dikarenakan investasi jenis ini dapat mencairkan aset dengan mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama

Penjelasan Singkat Mengenai Investasi Jangka Pendek

Secara etimologis, investasi berasal dari bahasa italia yaitu ‘investire’ yang memiliki arti ‘menggunakan atau memakai’. Namun dalam penerapannya, investasi adalah kegiatan penanaman modal dengan tujuan memperoleh keuntungan yang besar di masa mendatang.

Adapun pengertian investasi jangka pendek adalah jenis investasi yang dapat dijadikan sebagai dana tambahan untuk berbagai kebutuhan mendesak. Kebutuhan seperti membayar biaya rumah sakit, menambah anggaran untuk membeli rumah ataupun pernikahan dapat ditutup dengan menggunakan hasil investasi jangka pendek.

Investasi jangka pendek ini dapat dimulai dari modal kecil yaitu ratusan ribu saja. Meskipun bermodal kecil, bukan berarti investasi ini tanpa risiko. Pemiliki modal tetap perlu memahami bahwa investasi ini tetap memiliki risiko. Oleh karena itu, tetap diperlukan pemantauan pergerakan saham secara berkala.

Banyak orang yang memilih melakukan investasi jangka pendek karena mereka bertujuan memenuhi kebutuhan mereka dalam waktu dekat sekitar 1-3 tahun. Meskipun dalam rentan waktu yang cukup singkat, investor tetap dapat memperoleh keuntungan yang besar.

Baca Juga:  Cara Investasi Bibit Dengan Mudah dan Cocok Untuk Pemula

Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek

Bagi Anda yang tertarik melakukan investasi jangka pendek, Anda dapat mempertimbangkan beberapa instrumen investasi jangka pendek berikut ini.

  1. Reksadana Pasar Uang

Salah satu alternatif investasi yang cocok bagi pemula, tidak memiliki banyak waktu dan pemodal kecil adalah reksadana. Namun, perlu diperhatikan pula bahwa tidak semua reksadana cocok untuk dijadikan aset investasi jangka pendek. Hal tersebut dikarenakan investasi jenis ini memiliki risiko yang cukup tinggi, contohnya reksadana saham dan campuran.

 

  1. Deposito

Istilah mengenai deposito tentu tidak asing bagi para nasabah bank. Investasi jangka pendek dengan menggunakan deposito dapat dipilih karena memiliki risiko lebih rendah dari reksadana. Terlebih lagi, hampir semua bank melayani metode deposito.

 

Adapun caranya sangat mudah, Anda cukup menyimpan sejumlah uang di bank dalam jangka waktu tertentu. Nantinya, uang tersebut akan naik karena ada bunga. Oleh sebab itu, penting untuk menentukan target yang tepat untuk melakukan deposito agar memperoleh keuntungan yang maksimal.

 

  1. Peer to Peer (P2P) Lending

P2P lending memungkinkan pemodal untuk memberikan ataupun mengajukan pinjaman tanpa melalui perantara bank. Adapun segala transaksi di fasilitasi oleh perusahaan P2P lending. Dari jenis pinjamannya, terdapat dua jenis pinjaman P2P yaitu konsumtif dan produktif.

Baca Juga:  Bantuan UMKM Tahap 2, Ini Kriteria Penerimanya

 

Peer to Peer Lending ini bisa menjadi alternatif investasi jangka pendek selain reksadana pasar uang dan deposito. Anda tidak perlu khawatir mengenai perusahaan yang menawarkan jenis investasi ini karena saat ini telah banyak perusahaan finansial yang menawarkan investasi dengan keuntungan yang besar.

Kelebihan Investasi Jangka Pendek

Jenis investasi apapun pasti akan tetap memiliki kelebihan yaitu memperoleh keuntungan. Adapun setiap jenis memiliki kelebihannya masing-masing yang berbeda dari yang lain, begitu juga investasi jangka pendek. Berikut adalah kelebihan investasi jangka pendek.

  1. Pencarian aset investasi menjadi uang tunai, hanya memerlukan sedikit waktu, mudah dan cepat.
  2. Investasi minim risiko yang cocok bagi para investor pemula.
  3. Hasil investasi lebih cepat didapatkan dibandingkan investasi jangka panjang.

Kekurangan Investasi Jangka Pendek

Meskipun dikenal sebagai jenis investasi yang minim risiko dan memiliki kelebihan, investasi jangka pendek tetap memiliki kekurangan. Berikut adalah beberapa kekurangannya.

  1. Harus cermat dalam memilih waktu jual beli. Hal tersebut dikarenakan waktu jual beli investasi jangka pendek bersifat sementara. Apabila salah memilih waktu, yang diperoleh hanyalah kerugian.
  2. Memiliki nilai aset yang fluktuatif. Nilai tersebut sangat berpengaruh pada kondisi finansial seorang investor.

Tips Melakukan Investasi Jangka Pendek bagi Pemula

Saat melakukan investasi, Anda harus memperhatikan beberapa hal penting. Selain, kelebihan kekurangan serta risiko investasi jangka pendek, ada baiknya Anda memperhatikan tips di bawah ini.

  1. Menyesuaikan dengan Kemampuan
Baca Juga:  Pengertian Investasi Jangka Panjang, Tujuan, dan Risiko

Pada dasarnya, melakukan investasi adalah memberikan kelebihan dana dari keuangan yang dimiliki untuk dijadikan aset. Sesuaikanlah kondisi keuangan dengan dana investasi. Tidak perlu memaksakan yang tidak sesuai dengan kondisi keuangan dari budget dana investasi.

Perlu diperhatikan pula sebelum menggunakan dana untuk investasi, pastikan Anda telah memiliki dana darurat, asuransi, dan kebutuhan sehari-hari.

 

  1. Memiliki Tujuan Jelas

Saat Anda memutuskan untuk berinvestasi, Anda harus memiliki pondasi tekad yang kuat. Hal tersebut dapat dilihat dari kejelasan tujuan investasi yang Anda meiliki.

 

  1. Menganalisis Performa Investasi

Setelah memutuskan terjun ke dunia investasi dengan tujuan yang jelas, Anda perlu untuk melakukan analisis performa dari jenis instrumen investasi yang dilakukan. Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen Anda terhadap investasi yang tengah dilakukan untuk memperoleh keuntungan di masa depan.

Itulah ulasan singkat mengenai artikel Mengenal Investasi Jangka Pendek: Jenis-Jenis dan Tips untuk Pemula. Semoga membantu!