Memaksimalkan Pengelolaan Bahan Pangan Dengan Food Preparation

Masalah sampah di Indonesia seolah menjadi pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai. Tingginya laju produksi sampah tidak sebanding dengan proses pengelolaannya. Menurut data HLKI tahun 2020, 39,8% sampah rumah tangga menempati posisi tertinggi dan berasal dari sisa makanan, artinya sebanyak 115-184 kg per tahunnya terbuang sia-sia. Padahal 8,34% penduduk Indonesia, masih mengalami kekurangan pangan.

Sampah organic berkontribusi dalam pemanasan global

Sampah sisa makanan biasanya didominasi oleh sampah organic seperti daging, buah, dan sayur. Sampah organic relatif lebih cepat membusuk dibandingkan dengan jenis sampah lainnya. Namun ketahuilah jika pengelolahan sampah organik yang salah juga menuai permasalahan.

Nyatanya, sampah organic yang terbuang biasanya dalam keadaan terbungkus plastic dan membusuk tanpa oksigen sehingga berpotensi menghasilkan gas metana (CH4) yang dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon. Selain itu, sisa makanan yang terbungkus plastic dan menumpuk juga dapat memicu kebakaran jika terkena panas/ api.

Lalu, bagaimana solusinya?

Mengelola sampah organic dengan mengompos merupakan cara yang biasa dilakukan. Ada cara lain yang lebih efektif yaitu dengan menghentikan sumber penyebab sampah organic dengan pengelolaan makanan yang bijak melalui metode Food Preparation.

Apa itu food preparation?

Food Preparation adalah metode dalam mempersiapkan bahan pangan mentah sebelum menjadi bahan pangan siap masak. Biasanya metode ini dilakukan dalam term waktu tertentu seperti 1 minggu sekali atau 2 minggu sekalli. Metode ini terbukti dapat menghemat waktu, biaya dan dinilai lebih sehat karena menjaga kandungan baik dalam bahan makanan denganĀ  melakukan first in first out sehingga mudah mendeteksi bahan pangan yang memiliki kadaluwarsa cepat.

Baca Juga:  Begini cara unduh Aplikasi Video Bokeh yang sedang viral

Dengan pengelolaan yang benar, ini dapat meminimalisir sampah yang terjadi akibat kelalaian konsumen dalam mengelola bahan pangan. Bahan makanan yang terjaga kualitasnya akan menghasilkan makanan yang kaya akan gizi seimbang. Berikut tips sebelum melakukan food preparation untuk para pemula:

  1. Pahami cara sebelum mengelolanya

Stop! Tidak semua bahan makanan dapat dicuci terlebih dahulu sebelum disimpan. Bahan makanan seperti uanggas dan daging merah, justru dapat memicu penyebaran bakteri ke sekitar atau yang biasa disebut kontaminasi silang, dimana bakteri dapat berpindah melalui proses pencucian.

Tidak hanya itu, alat cuci atau media mencucinya pun dapat terkontaminasi bakterinya. Parahnya lagi, bakteri yang berasal dari daging unggas mentah, sulit dibunuh kecuali dengan metode pemansan khusus.

Baca Juga:  Ibu Hamil dan Balita Dapat Bantuan Dana Sosial (Bansos) Rp 6 Juta Cek Dan Daftar Disini

Sama halnya dengan telur yang tidak boleh dicuci sebelum dimasukan ke dalam media penyimpanan. Mencucinya hanya akan menghilangkan lapisan alami yang berada pada kulit telur dan menyebabkan bakteri mudah masuk. Untuk cara pengelolaan sayur dan buah yaitu dengan mencucinya dan dikeringkan dahulu sebelum disimpan.

  1. Pahami cara menyimpannya.

Setiap makanan memiliki tanggal kadaluwarsa yang berbeda, misalnya bahan makanan yang sudah dipotong/dikupas akan mengalami pembusukan lebih cepat dibandingkan yang belum terkupas. Pastikan Anda sudah mengatur waktu mengolahnya sebelum mendekati masa kadaluwarsa, agar bahan makanan yang dimasak memilik kualitas gizi terbaik.

Mayoritas orang menggunakan media penyimpanan kulkas atau freezer khusus untuk menjaga kualitas makanan. Namun tidak semua bahan makanan dapat disimpan di lemari pendingin dan akan baik disimpan dalam suhu ruang.

 

Selain itu, tidak semua makanan dapat disimpan dalam satu tempat yang sama. Misalnya telur yang dapat disimpan dalam suhu ruang namun tidak lebih dari smeinggu masa penyimpanan.

Lalu sayur dan buah dapat disimpan dalam chiller dalam kurun waktu tidak lebih dari 4 hari dan ikan atau daging memiliki waktu penyimpanan lama apabila disimpan dalam freezer. Perbedaan jenis alat penyimpanan juga dapat mempengaruhi kualitas bahan makanan.

Baca Juga:  5 Rekomendasi Aplikasi Edit Video dengan Mudah di Android

Konsumen juga perlu memahami, mana makanan yang dapat disimpan dalam keadaan matang dan mentah, contohnya brokoli yang baiknya disimpan dalam keadaan matang di dalam dalam freezer. Bahan makanan yang cepat membusuk, dapat disimpan dalam kondisi matang agar waktu penyimpanan lebih lama. Hati-hati salah penyimpanan juga dapat membuat bahan pangan rusak dan tidak dapat digunakan.

  1. Pahami jenis wadah penyimpanan untuk setiap jenis bahan makanan

Pilihlah wadah yang aman atau khusus digunakan untuk menyimpan makanan. Gunakan wadah yang dapat digunakan berulang kali, mudah didaur ulang dan tidak menyerap bau makanan. Anda dapat menggunakan wadah berbahan plastic, kaca, kertas maupun metal. Selain itu, pilihlah jenis wadah yang memiliki pembatas terpisah agar air/embun dingin yang dihasilkan tidak merusak bahan makanan yang disimpan, atau gunakan tissue yang dapat menyerap air jika bahan makanan disimpan dalam pendingin.