Kupas Tuntas Isu Penipuan Trading Binomo, Aplikasi Trading Dari Afrika Timur

Pengungkapan para korban affiliator dari platform trading Binomo yang kini mendekam di tahanan sempat menggegerkan Indonesia pada beberapa waktu belakangan ini. Sejumlah public figure yang menjadi sosok ‘crazy rich’ tertangkap bersama aset-aset mewahnya yang disita oleh negara. Sontak, hal ini pun menjadi perbincangan panas antara pihak yang pro dan kontra terhadap aplikasi trading Binomo.

Menurut berbagai media di Internet, dan pengakuan para korban, pilihan trading pada aplikasi tersebut hanya merupakan kedok. Pada dasarnya, mereka memainkan trading di mana spekulasi kenaikannya telah diatur oleh sang affiliator. Nah, dengan kata lain, nasabah yang membeli aset digital akan kehilangan uang dalam jumlah besar dalam penjualan tersebut.

Mengutip dari Majalah Tempo edisi 5 Maret 2022, dari salah satu korban yang kehilangan banyak uang adalah Maru Nazara. Seorang wiraswasta berusia 38 tahun yang baru menjalani kegiatannya sebagai trader selama tiga bulan dan harus kehilangan hartanya hampir setengah miliar Rupiah. Pada awalnya, ia tidak merasa dirugikan atau tertipu dengan kegiatan ini, dan ia hanya merasa itu adalah kesalahan dirinya sendiri.

Namun, ia akhirnya menyadari bahwa Binary Option dari aplikasi Binomo itu merupakan akal-akalan affiliator saat ia sharing pada rekannya yang sama-sama tertipu. Ia dengan beberapa rekannya telah mengumpulkan bukti-bukti yang valid di mana Binomo sendiri telah menyusun algoritma yang dirancang untuk menguras deposit para nasabahnya.

Baca Juga:  Pengertian Trading Economics dan Perkembangannya di Indonesia

Dari keterangan yang diberikan oleh Maru, mestinya trader Binary Option ini menerima grafik dari penunjuk keuangan (candle bar) yang sama antara satu dengan yang lainnya. Akan tetapi, tidak dengan apa yang dibayangkan, trader yang satu dan yang lainnya ternyata berbeda. Rupanya, sistem tersebut telah merekam dan mengidentifikasi para tradernya secara terpisah dan menentukan strategi masing-masing.

Kontroversi Trading Binomo

Kendati mendapatkan banyak nasabah, Trading Binomo sebenarnya sudah mendapatkan ulasan negatif dari berbagai pihak sebelum meledaknya kasus penipuan baru-baru ini. Seperti halnya pada forum Kaskus, banyak orang yang mengatakan dan menunjukkan fakta-fakta tentang kejanggalan aplikasi ini. Dari data di laman Impact Investing Policy Collaborative, diketahui bahwa Trading Binomo merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Dolphin Corp dari Afrika Utara, tepatnya di daerah St. Vincent dan Grenadines.

Tak kurang dari 800.000 trader yang aktif setiap harinya serta 30 juta transaksi yang berjalan setiap pekannya, trading Binomo menjadi semakin populer dan merebak sampai ke Indonesia. Lebih dari 120 negara memiliki afiliasi Binomo, dan promosinya yang luar biasa membuat orang semakin tertarik untuk bergabung. Lalu, apakah anda termasuk salah satunya? Penggunaan aplikasinya yang mudah juga menjadi salah satu pemicunya.

Baca Juga:  Ibu Hamil dan Balita Dapat Bantuan Dana Sosial (Bansos) Rp 6 Juta Cek Dan Daftar Disini

Binomo sendiri telah mendapat kepercayaan dari Komisi Keuangan Internasional dan mendapatkan pengawasan langsung serta masuk sebagai kategori A pada 2018 lalu. Di Indonesia sendiri, Binomo mendapatkan tindakan preventif dari BAPPEBTI (Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi) di mana mereka telah mematikan 90 lebih pilihan trading seperti Quotex, Olymptrade, termasuk Binomo.

Dan yang paling populer, menjadi perbincangan hangat adalah Binary Option. Benar, satu nama yang mengguncang Indonesia setelah ‘crazy rich’ Indra Kenz terjerat sebagai tersangka pencucian uang. Opsi Biner tersebut merupakan judi berkedok trading dengan mengatasnamakan perdagangan berjangka komoditi. Bahkan, opsi biner tersebut tidak mendapatkan naungan dari pemerintah, alias Ilegal. Jadi, korban tidak bisa mendapatkan mediasi apabila ia berselisih dengan penyedia/affiliator.

Gambaran secara sederhananya yakni apabila seseorang melakukan opsi biner dengan menebak-nebak harga suatu instrumen mata uang digital, yang diharapkan akan mengalami kenaikan di masa depan, ia hanya memiliki kesempatan kecil untuk tebakannya benar. Sayangnya, para korban yang terbujuk untuk bergabung di Binomo sering kali kehilangan uang karena harganya selalu turun.

Baca Juga:  Begini cara unduh Aplikasi Video Bokeh yang sedang viral

Sebab itu, Wisnu Wardhana selaku kepala BAPPEBTI mengajak segenap masyarakat untuk selalu berhati-hati dan melek informasi. Terkadang, ada saja masyarakat yang kurang belajar dan wawasannya tertinggal, lantas menjadi korban penipuan karena ingin mendapat kekayaan dengan cepat. Pun jika ingin melakukan kegiatan trading, jangan asal bermain, namun harus pastikan apakah platform yang mereka gunakan aman atau tidak, legal atau tidak.

Penutup

Tidak ada kekayaan yang datang tanpa kerja keras. Trading Binomo adalah sekian dari iming-iming uang instan yang kerap menggiurkan masyarakat baik dari tingkat pendidikan rendah, menengah, hingga high level education. Sulitnya mencari pekerjaan dan semakin besarnya kebutuhan yang harus dipenuhi dewasa ini membuat banyak orang memutar otak untuk meraup uang dalam jumlah banyak dan waktu yang singkat.

Maka dari itu, hal terpenting yang bisa kita sama-sama petik dari kejadian Trading Binomo ini adalah harus selalu waspada dan melek informasi. Sekian, semoga bermanfaat.