Ketahui Cara Bijak Mengatur Pengeluaran Agar Tidak Krisis di Akhir Bulan

Dewasa ini, banyak orang yang mengeluhkan soal kondisi finansial yang tidak mendukung dengan kebutuhan yang mereka miliki. Tak ayal, banyak juga yang terjerumus ke dalam cara yang salah dalam mencari uang. Ada yang menipu, ada yang merampok dan memeras, bahkan ada yang mencuri harta milik orang lain. Itu semua adalah akibat ketidakmampuan dalam mengatur pengeluaran secara cerdas dan bijaksana.

Kecerdasan dalam mengatur pengeluaran merupakan keterampilan yang perlu diasah. Seseorang yang memiliki kebijaksanaan tidak hanya mengandalkan kecerdasan. Pengolahan mental supaya tetap berada di titik ‘waras’ merupakan aspek yang wajib diketahui.

Siapa bilang kebutuhan seseorang semakin dewasa semakin menekan? Itu tergantung perspektif masing-masing. Nah, pada pembahasan kali ini redaksi akan memberikan tips untuk mengatur pengeluaran dengan bijak agar tidak mengalami kondisi kritis di akhir bulan. Langsung saja simak artikel di bawah ini.

Utamakan Kebutuhan diatas Keinginan

Kebutuhan mendesak untuk seorang pelajar adalah apa-apa yang berkaitan dengan pendidikannya, seperti uang SPP, membeli buku, kuota untuk belajar, fasilitas pendukung, dan uang jajan. Untuk level mahasiswa, kebutuhan utamanya adalah apa-apa yang menyangkut kepentingan perkuliahan. Tentunya, kebutuhan tersebut akan lebih banyak ketimbang pelajar di sekolah. Setiap orang memiliki kebutuhan masing-masing sesuai porsinya.

Baca Juga:  Bantuan Pendidikan Rp 4,4 Juta Rupiah

Namun, bagaimana jika seseorang tersebut tidak bisa mengatur pengeluaran serta mengendalikan dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan mereka? Apakah seorang pelajar di zaman sekarang lebih butuh membeli buku daripada outfit model baru dengan merk ternama yang harganya sangat mahal? Apakah lebih penting pergi ke perpustakaan atau toko buku daripada pergi ke kafe hanya demi foto estetik? Hal ini menjadi fenomena yang harus kita bahas bersama-sama.

Kebijaksanaan dalam mengatur keuangan juga berkaitan erat dengan komitmen menjalani peran sebagai pelajar, karyawan, atau ibu rumah tangga. Bukan berarti membatasi jumlah pengeluaran dengan skala yang terkesan memaksa. Namun, seperti yang tertulis pada judul, kita harus bisa membedakan mana keinginan dan kebutuhan. Apakah seorang pelajar bisa dengan tegas menolak ajakan ke kafe dari teman-temannya atau tidak? Sikap tersebut juga memberi pengaruh besar dalam mengatur keuangan.

Menghindari Gengsi

Salah satu penyakit yang sering menghinggapi seseorang hingga gagal dalam mengatur pengeluarannya adalah gengsi. Pengertian kosakata gengsi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah ‘kehormatan’, ‘harga diri’, atau ‘martabat’. Dengan kata lain, jika seseorang memasang standar diri yang begitu tinggi, sementara penghasilannya tidak sebanding dengan standar tersebut, bukan tidak mungkin ia akan mengalami kesulitan dalam menjalani hidup.

Baca Juga:  Bantuan PPKM hingga Rp3 Juta per KK, Cara Ambilnya di BRI dan Mandiri

Tidak ada sesuatu yang bisa diraih dengan instan, tidak ada kekayaan yang diraih secara cuma-cuma. Seorang pemimpin perusahaan besar yang menginginkan anaknya bisa menggantikan posisinya suatu hari nanti tentunya akan memberikan pendidikan yang sangat sulit. Dibutuhkan ketekunan dan kesabaran dalam menjalaninya, bukan berarti menjadi anak orang kaya tidak butuh proses untuk meraih kesuksesan. Semuanya sama, yang membedakan hanyalah gengsi.

Untuk itulah, dalam mengatur pengeluaran juga butuh kecerdasan mengelola mental. Jangan malu jika tidak bisa ganti ponsel model terbaru. Jangan malu dengan foto profil yang buram, dan jangan merasa rendah saat tidak mampu makan di tempat yang mewah. Meski gaji awal bulan cukup untuk membeli makanan mewah dari restoran terkenal, cobalah untuk membeli yang lebih sederhana.

Jadilah Bijak Dalam Mengatur Pengeluaran

Bijaksana dalam mengatur pengeluaran bukan berarti melarang banyak hal untuk dibeli, bukan juga larangan untuk saling memberi. Namun, sikap bijaksana adalah tindakan anda yang lebih tenang dalam membelanjakan uang. Anda bisa bayangkan, betapa banyak orang di luar sana dengan penghasilan jauh di bawah anda. Mereka mengais keuntungan yang sedikit dari pekerjaan yang berat hanya untuk membeli nasi dan air putih, yang itu pun tidak bisa setiap hari mereka lakukan.

Baca Juga:  Begini cara unduh Aplikasi Video Bokeh yang sedang viral

Apakah anda termasuk salah satu orang yang tidak bisa menahan diri dari keinginan-keinginan untuk memenuhi gengsi? Jika anda termasuk, maka anda bisa melihat mereka yang telah disebutkan di paragraf sebelumnya. Dengan begitu, anda bisa hidup dengan lebih bersyukur, tidak iri dengan standar hidup orang lain. Syukur-syukur jika anda bisa memberikan sebagian harta pada mereka yang membutuhkan. Harta yang berkah tentu saja akan meningkatkan kualitas hidup anda.

Membeli semua baju, jaket, dan sepatu yang sebenarnya tidak anda butuhkan nyatanya tidak bisa membuat anda tenang secara mental. Berbeda dengan menyisihkan sebagian harta pada orang yang sangat membutuhkan.

Selain bisa menenangkan hati, saling berbagi juga akan mengangkat kehidupan anda. Percayalah, jika mengatur keuangan itu sulit, itu bukan tentang kebutuhan yang sangat banyak, tetapi tentang bijak atau tidaknya anda dalam mengatur pengeluaran sehari-hari. Nah, sekian pembahasan kali ini, semoga bermanfaat.