Definisi Investasi: Jenis, Manfaat, serta Risiko dalam Pelaksanaannya

Terbukanya pemikiran yang dibarengi dengan ketersediaanya berbagai informasi, telah menyadarkan banyak orang mengenai pentingnya investasi. Investasi adalah kegiatan berupa penanaman modal yang dapat menghasilkan di masa depan dengan nilai yang lebih besar.

Investasi saat ini telah menjadi salah satu gaya hidup anak muda yang produktif di pasar finansial. Padahal pandangan lama yang mengatakan investasi hanya dapat dilakukan oleh kalangan usia matang, sudah tidak lagi relevan bagi zaman ini.

Definisi Singkat Investasi

Investasi adalah sebuah aktivitas menggunakan modal untuk sebuah lembaga, benda, ataupun pihak tertentu dengan harapan kedepannya akan memperoleh keuntungan. Hal inilah yang menjadikan nama lain investasi adalah sebuah penanaman modal.

Sedangkan, informasi yang dilansir dari wikipedia menyebutkan bahwa investasi adalah suatu kegiatan penanaman modal secara langsung ataupun tidak langsung dengan harapan waktu ke depannya pemilik modal akan mendapatkan sejumlah keuntungan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki konsep investasi yang lebih sederhana yaitu investasi adalah penanaman modal pada suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.

Contoh dari investasi sendiri sangatlah beragam seperti deposito, obligas, tabungan, asuransi, saham, reksadana, hingga crypto. Ada pula yang berupa benda seperti emas, berlian, atau bahkan berupa sebidang tanah dan bangunan.

Baca Juga:  Pengertian Investasi Jangka Pendek Beserta Contohnya

Jenis-Jenis Investasi Berdasarkan Tujuan

  1. Investasi Jangka Pendek

Berlangsung antara kurang lebih sekitar 1-3 tahun, adalah jangka waktu dari investasi jangka pendek. Jenis investasi ini memiliki instrumen rendah risiko yang berarti memiliki nilai yang stabil dan likuiditas yang tinggi sehingga mudah dikonversikan dalam bentuk cash, serta bisa menghasilkan pendapatan tetap.

 

  1. Investasi Jangka Menengah

Apabila Anda memiliki tujuan mendapatkan keuntungan finansial antara 3-10 tahun ke depan dari modal yang ditanam, hal tersebut dapat dikatakan sebagai investasi jangka menengah.

 

Jenis investasi ini memiliki instrumen dengan risiko sedikit lebih tinggi dari deposito, reksadana pasar uang atau surat utang negara. Adapun instrumen yang dimaksud adalah reksadana pendapatan tetap (obligasi), obligasi swasta, reksadana campuran.

 

  1. Investasi Jangka Panjang

Jika tujuan investasinya lebih dari 10 tahun, investasi tersebut termasuk dalam kategori investasi jangka panjang. Tujuan-tujuan investasi itu bisa berupa biaya pendidikan anak, biaya penyelenggaraan pesta pernikahan anak, pembelian aset ke anak cucu, dan dana pensiun.

 

Periode investasi yang semakin panjang, membuat pemilihan instrumennya semakin fleksibel pula. Mereka bisa memilih instrumen dengan risiko rendah, moderat, tinggi, maupun instrumen yang tidak dapat dikonversi dengan cepat.

Baca Juga:  ANDA Wajib Tahu Ciri dan Cara Menghindari Investasi Bodong

 

Adapun instrumen yang bisa dipilih untuk investasi jangka panjang yaitu logam mulia, reksadana saham, saham, hingga properti.

Manfaat Melakukan Investasi

  1. Dapat Terhindar dari Inflasi

Hidup di negara berkembang yang memiliki kemungkinan terjadi inflasi dengan angka yang tinggi, diperlukan tindakan preventif untuk menghindarinya sebisa mungkin. Investasi adalah cara yang tepat untuk terhindar dari dampak terjadinya inflasi.

  1. Menambah Kekayaan

Tujuan dari dilakukannya investasi adalah untuk memperoleh keuntungan. Hal ini tentunya memiliki arti lain yaitu dapat pula menambah kekayaan dari pemilik modal.

  1. Dapat Memenuhi Kebutuhan Darurat

Investasi yang telah berbuah manis tentunya dapat membantu Anda dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada setiap harinya. Tidak terkecuali dana darurat yang sering kali dibutuhkan dalam waktu-waktu genting tertentu.

  1. Mempersiapkan Masa Depan

Penanaman modal dapat pula diartikan sebagai upaya untuk mempersiapkan masa depan. Kebutuhan seperti pernikahan, pendidikan, ataupun kesehatan dapat dipenuhi dengan melakukan investasi.

  1. Tercapainya Kebebasan Finansial

Siapa di dunia ini yang tidak menginginkan kebebasan finansial? Siapapun pastinya ingin bisa dan mampu mencapai financial freedom. Hal tersebut tidak hanya berlaku bagi orang-orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak muda generasil milenial.

  1. Membuka Pemikiran Baru
Baca Juga:  Bantuan Pendidikan Rp 4,4 Juta Rupiah

Setiap investor tentunya akan memiliki beragam relasi dibidang yang ia tekuni. Entah bertukar pikiran mengenai produk-produk investasi yang menjanjikan di masa depan ataupun mengetahui berbagai hal dari perusahaan yang tengah diajak kerja sama.

  1. Masa Pensiun Akan Lebih Siap

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa investasi adalah penanaman modal yang bertujuan memperoleh keuntungan di masa depan. Keuntungan yang dimaksud dapat pula untuk mempersiapkan kebutuhan masa pensiun.

Risiko dalam Investasi

Selain manfaat yang bisa pemodal dapatkan, perlu diperhatikan pula bahwa kegiatan investasi juga memiliki risiko yang tidak dapat dihindari. Adapun risikonya sebagai berikut.

  1. Suku bunga
  2. Inflasi
  3. Pasar
  4. Likuiditas
  5. Nilai tukar mata uang asing
  6. Sovereign atau negara

Kemungkinan risiko-risiko di atas perlu perhatikan khusus dengan memanfaatkan sebuah strategi dalam penerapannya. Apabila baru memulai, sebaiknya Anda menggunakan angka kecil sembari memperkuat kemampuan analisis.

Demikian artikel singkat mengenai investasi adalah kegiatan penanaman modal untuk memperoleh keuntungan di masa depan. Semoga membantu.