Bantuan UKT Rp 2,4 Juta Kemendikbud Ristek

Pandemi Covid-19 di Indonesia tampaknya mempunyai dampak yang sangat besar. Dampak yang sangat terasa dan mudah sekali dilihat dari sektor ekonomi adalah melemahnya konsumsi rumah tangga dan  daya beli masyarakat secara luas. Sampai sekarang, masyarakat Indonesia mengalami penurunan daya beli yang sangat signifikan.

Pandemi covid-19 yang terus berlanjut dengan berbagai aturan yang ketat menghambat masyarakat untuk beraktifitas. Regulasi pengetatan diberbagai sektor ini memberikan dampak yang besar terhadap naik turunnya sektor ekonomi yang tentunya mempunyai pengaruh langsung kepada kestabilan ekonomi masyarakat.

Penurunan penerimaan pajak juga menjadi dampak baru yang menyebabkan pelemahan ekonomi daerah dan nasional. Tekanan penerimaan sektor pajak mempengaruhi pendapatan yang diterima pemerintah sehingga cukup menghampat pendanaan program-program yang sebelumnya sudah direncanakan.

Kondisi pandemi yang menuntut adanya pembatasan mobilitas dan aktivitas juga mendorong adanya realokasi anggaran dan refocusing anggaran ke sektor-sektor yang lebih penting seperti Pendidikan.

Pembatasan akses mobilitas masyarakat untuk berinteraksi sehari-hari juga mengakibatkan tumbuhnya pergeseran dibidang teknologi dan komunikasi. Minimnya interaksi langsung masyarakat membuat perubahan besar dalam masyarakat.

Masyarakat dituntut untuk lebih memahami teknologi dan menggunakannya untuk berinteraksi sehari-hari. Mulai dari belanja, bekerja, hingga pembelajaran semua dilakukan secara online melalui gadget dirumah masing-masing.

Untuk sektor pendidikan. Dalam sekolah maupun perguruan tinggi, para pelajar dan mahasiswa yang dulunya dapat bertatap muka seperti biasa, saat ini harus menjalani pembelaran secara online. Guru juga diharuskan memberikan materi secara visual dan memberikan pembelajaran yang efektif secara online.

Baca Juga:  Ibu Hamil dan Balita Dapat Bantuan Dana Sosial (Bansos) Rp 6 Juta Cek Dan Daftar Disini

Bahkan orang tua siswa juga banyak yang terkena dampak yang serius dari pandemi ini dengan kehilangan penghasilan mereka, yang menyebabkan siswa tersebut menjadi tidak bisa membayar pendidikannya.

Namun, pemerintah mempunyai tindakan tentang hal ini dalam rangka memastikan keberlangsungan proses belajar untuk para pelajar maupun mahasiswa. Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memberikan subsidi uang kuliah tunggal atau BLT UKT sebesar Rp 2,4 juta untuk para mahasiswa yang terdampak Covid-19 mulai bulan September 2021 lalu.

Sasaran BLT UKT ini adalah untuk mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) dan mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS). Anggaran yang sudah disiapkan dari Kemdikbud Ristek untuk menunjang biaya UKT para mahasiswa ini mencapai Rp2 triliun untuk target sebanyak 419.605 mahasiswa.

Syarat Pengajuan Bantuan UKT bagi Mahasiswa

Bantuan subsidi uang kuliah untuk mahasiswa ini akan diberikan sesuai besaran UKT dengan batas maksimal Rp2,4 juta. Adapun selisih UKT setelah mendapatkan subsidi ini akan menjadi kebijakan perguruan tinggi masing-masing. Adapun subsidi uang kuliah tunggal atau BLT UKT ini hanya ditujukan untuk para mahasiswa PTN maupun PTS dengan syarat berikut ini:

  • Merupakan Mahasiswa aktif yang masih kuliah.
  • Mahasiswa tersebut bukan sebagai penerima KIP Kuliah/ Bidikmisi
  • Kondisi keuangan mahasiswa masuk kriteria memerlukan bantuan BLT UKT
  • Fotokopi Kartu Hasil Studi (KHS) dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) semester ganjil TA. 2020/2021
  • Fotocopy fotocopy Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau Kartu Program Keluarga Harapan (PKH)
  • Surat Keterangan penghasilan orangtua/wali pemohon yang disahkan oleh pihak yang  berwenang (bagi PNS/PG Swasta disahkan oleh Bagian Keuangan, dan yang bukan pegawai negeri/swasta bermeterai disahkan oleh Lurah/Kepala Desa)
  • Mahasiswa membuat surat pernyataan bermaterai bahwa orangtua/wali/penanggung biaya kuliah mengalami kendala finansial karena terdampak pandemi covid-19
  • Surat Pernyataan tidak menerima beasiswa dari sumber lain di lingkungan Kemendikbud dan pihak swasta yang diketahui oleh Pimpinan Perguruan Tinggi  Bidang Kemahasiswaan
  • Fotokopi Kartu Keluarga (CI)(dilegalisir kelurahan atau kecamatan)
  • Surat Keterangan Bebas Pelanggaran Etika dari Unit BK/Bimbingan Konseling (Bu Fadia)
  • Fotokopi transkrip nilai. Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) paling rendah 3,0
  • Aktif dalam kegiatan kemahasiswaan (BEM / UKM) dibuktikan dengan Fotokopi Surat Keputusan sebagai Pengurus
Baca Juga:  Cara Bermain Trading Forex untuk Pemula

Bagi mahasiswa yang sudah memenuhi syarat yang sudah disebutkan tersebut, maka bisa daftarkan diri sebagai calon penerima bantuan BLT UKT Mahasiswa dengan cara berikut ini:

  • Mendaftarkan diri ke perguruan tinggi masing-masing
  • Pimpinan perguruan tinggi tersebut lalu akan mengajukan mahasiswa yang bersangkutan sebagai penerima bantuan ke Kemendikbud Ristek
  • Jika sudah disetujui, maka bantuan BLT UKT akan disalurkan Kemendikbud Ristek secara langsung ke perguruan tinggi masing-masing
  • Mahasiswa nantinya juga akan mendapatkan bantuan kuota internet gratis dari Kemendikbud sebesar 15 GB per bulan untuk betuhuhan belajar online.
Baca Juga:  ANDA Wajib Tahu Ciri dan Cara Menghindari Investasi Bodong

Syarat Penerima Kuota Internet Gratis

Untuk bisa mendapatkan kuota internet gratis dari Kemendikbud, setiap mahasiswa wajib memenuhi syarat berikut ini:

  • Terdaftar di PDDikti sebagai mahasiswa aktif ataupun sedang menuntaskan gelar ganda.
  • Memiliki nomor ponsel yang aktif.
  • Memiliki Kartu Rencana Studi (KRS) pada semester berjalan.

Dengan adanya bantuan BLT UKT dari Kemendikbud Ristek tersebut, diharapkan dapat membantu para mahasiswa dan orang tua siswa dalam meringankan beban pembayaran pendidikan mereka selama pandemi covid-19 ini.