Bantuan Pendidikan Rp 4,4 Juta Rupiah

Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk di Indonesia sejak awal 2020 ini menyebabkan kepanikan yang luar biasa bagi seluruh masyarakat. Pemerintah Indonesia pun menanggapi pandemic ini dengan mengambil kebijakan yang bertujuan untuk memutus rantai penularan virus Covid-19.

Salah satu kebijakan tersebut adalah penerapan social distancing, dimana masyarakat harus menjaga jarak satu sama lain dan menjalankan seluruh aktivitas seperti bekerja, belajar, dan beribadah dirumah masing-masing.

Penerapan kebijakan social distancing ini jelas mempunyai dampak yang besar terhadap seluruh sektor, mulai dari ekonomi, pariwisata, transportasi, hingga ke pendidikan. Sektor pendidikan adalah salah satu sektor yang terdampak cukup serius karena adanya kebijakan ini.

Kegiatan belajar mengajar yang biasanya dilakukan secara tatap muka harus terpaksa diganti dengan pembelajaran jarak jauh secara online. Kebijakan pembelajaran jarak jauh ini tentunya memperlukan kesiapan dari siswanya dan juga orang tua.

Bukan hanya kesiapan saja yang perlu untuk diperbaiki dari program pembelajaran jarak jauh ini. Faktanya masih banyak masyarakat kalangan menengah kebawah yang ternyata tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar jarak jauh tersebut karena terbatasnya kemampuan ekonomi masyarakat.

Menanggapi masalah tersebut, pemerintah secara resmi meluncurkan program baru untuk penyaluran dana bantuan sosial di sektor pendidikan. Program Bansos Sekolah tersebut memberikan bantuan untuk pendidikan dari pemerintah kepada anak sekolah yang mempunyai ekonomi kurang mampu dengan total bantuan Rp 4,4 Juta pertahun.

Baca Juga:  Pengertian Investasi Jangka Pendek Beserta Contohnya

Kriteria Penerima Bantuan Pendidikan

Bantuan biaya pendidikan senilai Rp 4,4 Juta itu terbagi sesuai tingkat Pendidikan siswa, yang mempunyai detail berikut ini:

  • Pelajar Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiah (MI), atau yang sederajat akan mendapatkan bantuan sebesar 900 ribu per tahun atau 75 ribu perbulannya.
  • Pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau yang sederajat akan mendapatkan bantuan sebesar 1,5 juta per tahun atau 125 ribu perbulannya.
  • Pelajar Sekolah Menegah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Madrasah Alliyah (MA), atau yang sederajat akan mendapatkan bantuan sebesar 2 juta per tahun atau 166 ribu perbulannya.

Adapun syarat utama bagi siswa untuk bisa mendapatkan Bantuan ini adalah jika keluarga mereka masuk kedalam Program keluarga Harapan (PKH). PKH sendiri merupakan salah satu program bantuan sosial dari pemerintah untuk masyarakat keluarga miskin yang sudah ditetapkan dan terdaftar sebagai penerima penerima bantuan tersebut. Bantuan ini sering disebut sebagai Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Cara Mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Pelajar SD, SMP, dan SMA yang bisa mendapatkan bantuan tersebut harus memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) terlebih dahulu. Berikut ini adalah Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membuat Kartu Indonesia Pintar (KIP):

  • Siapkan sejumlah berkas seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Raport hasil belajar, dan Surat pemberitahuan penerima BSM (Bantuan Siswa Miskin) dari Kepala Sekolah.
Baca Juga:  Usut Trik Trading Quotex dan Kasus Penipuan Doni Salamanan

Jika sudah menyiapkan semua berkas tersebut, anda bisa mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan cara berikut ini:

  • Siswa dapat mendaftar ke lembaga pendidikan terdekat dengan membawa Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) orang tuanya. Jika tidak memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), orang tua dapat meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) lewat RT/RW dan Kelurahan/Desa terlebih dahulu untuk melengkapi syarat pembuatan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
  • Kemudian, sekolah/madrasah akan mencatat data siswa calon penerima KIP tersebut untuk dikirim/diusulkan ke Dinas Pendidikan/Kementerian Agama kabupaten/kota setempat.
  • Setelah itu, Dinas Pendidikan(Disdik) kabupaten/kota akan mengirim data pengajuan calon penerima KIP tersebut ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) atau Kementrian Agama (Kemenag).
  • Berikutnya, sekolah akan mendaftarkan siswa calon peserta Kartu Indonesia Pintar (KIP) tersebut ke aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
  • Terakhir, Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan dikirimkan langsung kepada siswa SD, SMP dan SMA yang sudah mendaftarkan diri tersebut apabila memenuhi kriteria dari Kemendikbud/Kemenag.
Baca Juga:  5 Rekomendasi Aplikasi Edit Video dengan Mudah di Android

Tata Cara Pengecekan Bantuan Bansos BLT Anak Sekolah

Setelah mendaftar KIP, pelajar SD, SMP dan SMA bisa cek namanya sudah masuk sebagai penerima bantuan Bansos BLT anak sekolah Rp. 4,4 juta atau belum dengan cara:

  • Masuk situs https://cekbansos.kemensos.go.id/
  • Pilih Provinsi
  • Pilih Kabupaten/Kota
  • Pilih Kecamatan
  • Pilih Desa
  • Masukkan nama lengkap
  • Masukkan kode huruf
  • Klik cari data

Program bantuan dana pendidikan siswa tidak mampu yang total nilainya Rp 4,4 juta ini diberikan dalam kurun waktu 1 tahun dengan pencairan yang dilakukan sebanyak 4 kali yaitu bulan Januari, April, Juli dan Oktober.

Pencairan dana bantuan ini bisa dilakukan melalui Bank negara yang telah ditunjuk oleh pemerintah sebagai penyelenggara penyerahan bantuan tunai. Bank tersebut diantaranya adalah Bank BRI, Mandiri, BNI dan BTN.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan bahwa dengan adanya bantuan tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat yang besar untuk menunjang pembelajaran para pelajar yang saat ini menjalani pembelajaran jarak jauh secara online.